Klasifikasi bahaya risiko kebakaran merupakan sistem pengelompokan tingkat ancaman kebakaran berdasarkan jenis bangunan, isi (bahan yang ada di dalamnya), serta tingkat kemudahan terbakar.
Klasifikasi bahaya risiko kebakaran merupakan sistem pengelompokan tingkat ancaman kebakaran berdasarkan jenis bangunan, isi (bahan yang ada di dalamnya), serta tingkat kemudahan terbakar. Di Indonesia, acuan utama yang sering digunakan adalah Kepmenaker No.: KEP.186/MEN/1999
Bahaya Kebakaran Ringan
Tempat kerja yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar rendah, dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas rendah, sehingga menjalarnya api lambat.
Jenis Tempat Kerja :
Bahaya Kebakaran Sedang 1
Tempat kerja yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, menimbun bahan dengan tinggi tidak lebih dari 2,5 meter, dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang, sehingga menjalarnya api sedang.
Jenis Tempat Kerja :
Bahaya Kebakaran Sedang 2
Tempat kerja yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar sedang, menimbun bahan dengan tinggi lebih dari 4 meter, dan apabila terjadi kebakaran melepaskan panas sedang, sehingga menjalarnya api sedang.
Jenis Tempat Kerja :
Bahaya Kebakaran Berat
Tempat kerja yang mempunyai jumlah dan kemudahan terbakar tinggi, menyimpan bahan cair, serat atau bahan lainnya dan apabila terjadi kebakaran apinya cepat membesar dengan melepaskan panas tinggi, sehingga menjalarnya api cepat.
Jenis Tempat Kerja:
Daftar program pelatihan bersertifikat Kemnaker RI & BNSP bersama Indo Safe Academy.
Lihat Program Pelatihan